Topik
: Pembuatan Sabun dari bahan Susu Sapi
Tujuan
: Untuk mengetahui proses pembuatan Sabun dari bahan SusuHari/Tanggal : Rabu, 10 Desember 2014
Tempat : Laboratorium Kimia SMK WIRAKARYA 2
I. Alat dan Bahan:
Alat:
- Gelas Kimia
- Gelas Ukur
- Batang Pengaduk
- Pipet Tetes
- Kawat kasa dan Kaki tiga
- Pembakar spiritus
- Air/Aquades
- Minyak Zaitun 30 ml
- Minyak Kelapa 35 ml
- Mentega putih 80 gram
- Susu Sapi 80 ml
- NaOH/Soda Api 20 gram (larut dalam 80 ml air)
- Bibit Parpum Melati (bisa diubah sesuai dengan selera)
- Asam Stearat (bisa diubah jika diLaboratorium tidak tersedia) 1 gram (larut dalam 10 ml)
1. Masukkan Minyak kelapa, Minyak zaitun dan Mentega putih kedalam gelas kimia. Jangan dipaksa mentega putih ini untuk cepat lumer atau cair, biarkan mencair dengan sendirinya dan tentunya butuh waktu agak lama untuk memperoleh hasil tersebut,
2. Sambil menunggu mentega putih mencair, kita lanjut dengan fase berikutnya yaitu proses saponisasi antara susu Sapi dan NaoH/Soda api,
3. Larutkan terlebih dahulu NaoH 20 gram kedalam air sebanyak 80 ml. Jika menggunakan Soda api langsung larutkan dengan Susu sapinya,
4. Siapkan gelas kimia yang berisi susu Sapi ,kemudian masukkan NaOH yang sudah dilarutkan/soda api sedikit demi sedikit. Aduk secara rata dan pelan-pelan, dan NaOH/Soda api pun akan bereaksi dengan Lemak dari susu Sapi,
5. Setelah itu, mentega putih tadi sudah mencair, angkat larutan mentega putih tadi kemudian tuangkan susu Sapi yang sudah di larutkan dengan NaOH /Soda Api kedalam gelas kimia yang berisi larutan Mentega putih, aduk sampai merata dan tercampur sempurna.
6. Tetapi sebelum itu lakukan pengecekkan persamaan suhu antara kedua adonan sabun tadi. Usahakan mempunyai suhu yang mendekati sama. kalau tidak sama toleransinya bisa sampai 10 derajat tidak apa-apa,
7. Kemudian setelah dicampurkan adonan tersebut aduk sampai merata dan tercampur sempurna, sampai berbentuk adonan seperti Hand Body kira-kira selama 1 jam lebih (tergantung kecepatan mengocoknya),
8. Setelah jadi, tuangkan adonan sabun yang telah di kocok selama 1 jam lebih kedalam cetakkan yang sudah disediakan,
9. Hasil cetakkan masukkan kedalam Freezer selama 24 jam sampai 48 jam kira-kira 2 hari, Setelah itu, keluarkan sabun dari cetakkan tersebut. sabun dapat digunakan setelah 1-2 minggu
III. Pembahasan
a. Pengertian Sabun
Sabun adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari reaksi lemak atau minyak dengan
Alkali. Sabun juga merupakan garam-garam Monofalen dari Asam Karboksilat dengan
rumus umumnya RCOOM, R adalah rantai lurus (alifatik) panjang dengan jumlah
atom C bervariasi, yaitu antara C12-C18 dan M adalah kation dari kelompok
alkali atau Ion Ammonium.
Sabun murni terdiri dari 95% sabun aktif dan sisanya air, gliserin, garam dan
impurity lain. Perubahan lemak hewan (misalnya lemak kambing, Tallow) menjadi
sabun menurut cara kuno adalah dengan cara memanaskan dengan abu kayu (bersifat
basa), hal ini telah dilakukan sejak 2300 tahun yang lalu oleh bangsa Romawi
kuno.
- Sabun bersifat basa. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolisis parsial oleh air. Karena itu larutan sabun dalam air bersifat basa. CH3(CH2)16COONa + H2O → CH3(CH2)16COOH + NaOH
- Sabun menghasilkan buih atau busa. Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih, peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah. Dalam hal ini sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap. CH3(CH2)16COONa + CaSO4 →Na2SO4 + Ca(CH3(CH2)16COO)2
- Sabun mempunyai sifat membersihkan. Sifat ini disebabkan proses kimia koloid, sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar, karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar. Molekul sabun mempunyai rantai hydrogen CH3(CH2)16 yang bertindak sebagai ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat organic sedangkan COONa+ sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air.
Berdasarkan penggunaannya, sabun dapat diklasifikasi menjadi 3 jenis, yaitu:
- Laundry Soap: untuk sabun cuci.
- Toilet soap: yang digunakan untuk mandi dan perawatan kulit, termasuk juga disini medicine soap.
- Textile soap, yang digunakan untuk pada proses scouring textile, proses degumming sutera dll.
Sebagian besar kegunaan sabun di dalam kehidupan sehari-hari adalah bahan pencuci. Sedangkan di dalam industri kosmetik sabun memiliki kegunaan tergantung pada komposisi yang terkandung di dalam sabun itu sendiri.
Sumber dari:
- http://drozindonesiatranstv.blogspot.com/2014/12/dr-oz-cara-membuat-sabun-susu-kambing.html
- http://nadyaputri13.blogspot.com/2012/12/judul-laporan-hasil-praktikum-pembuatan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar